50 Tahun Pertama Berinovasi

Pendidikan

50 Tahun Mendukung Pendidikan

Dari lab komputer pertama hingga kampus berbasis cloud, selama lima dekade kami menghadirkan teknologi sebagai jembatan, bukan hambatan, bagi para pelajar di seluruh dunia. Dengan menghadirkan teknologi yang lebih tangguh, terjangkau, dan aksesibel, Acer telah mendukung jutaan pelajar, kreator, dan profesional untuk mengakses informasi yang sebelumnya sulit dijangkau.

1/6

Dampak Global untuk Pendidikan

30 Juta+

Chromebook disalurkan kepada para pelajar di seluruh dunia1

1,200

Taipei 101, jika seluruh Chromebook ditumpuk menjadi satu2

10s

Rata-rata waktu hingga perangkat Acer mulai digunakan di ruang kelas

¹ Berdasarkan data Acer, 2015–2025
² Berdasarkan rata-rata ketebalan Chromebook sekitar 1,8 cm

2/6

Belajar Tanpa Batas

Kami percaya teknologi seharusnya  tidak menghambat proses pembelajaran. Oleh karena itu, kami membangun ekosistem pendidikan berdasarkan pemikiran tersebut.

Desainnya tangguh, dengan rangka yang diperkuat, keyboard tahan cairan, dan komponen yang dapat diperbaiki sendiri.

Berkelanjutan karena pilihan, dari bahan daur ulang hingga kemasan yang sepenuhnya dapat didaur ulang.

Tidak hanya perangkat, tetapi juga alat pembelajaran AI, pengalaman 3D imersif, papan interaktif, dan jaringan sekolah global yang berbagi praktik terbaik.

3/6

37.000 Pelajar Menanti

Pada tahun 2021, sekolah-sekolah di Malaysia sempat terhenti akibat pandemi COVID-19. Kegiatan belajar mengajar harus dilakukan secara online akibat pembatasan sosial.  Tanpa dukungan perangkat untuk pembelajaran jarak jauh, ribuan siswa kehilangan akses ke sekolah.

Mandatnya jelas, tetapi sulit: mendistribusikan 37.000 Chromebook ke lebih dari 150 lokasi di seluruh pelosok negeri. Misi ini dihadapkan dengan rantai pasok global yang terganggu dan pemberlakuan lockdown nasional.

Acer Malaysia menjawab tantangan tersebut. Melalui kerja sama dengan Yayasan Hasanah, sebuah yayasan di bawah naungan Kementerian Keuangan, serta Kementerian Pendidikan, Acer Malaysia memastikan bantuan perangkat tersebut sampai ke tangan para siswa yang telah menantikannya. Bagi sebagian besar siswa, ini menjadi akses pertama yang dapat diandalkan untuk masuk ke ekosistem kelas yang terkoneksi.

Pencapaian ini membuktikan bahwa metode pembelajaran hybrid dapat diwujudkan dengan dukungan perangkat yang andal. Hal ini menjadi bukti nyata pentingnya digitalisasi pendidikan di Malaysia, sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk memperluas akses bagi para siswa di wilayah tertinggal.

“Teknologi bisa menjadi penyetara, tetapi hanya jika benar-benar sampai ke siswa yang paling membutuhkan.”

– Acer Malaysia Education Team

4/6

Mendefinisikan Ulang AI di Ruang Kelas

Di Millgate School, setiap anak memiliki cara belajar mereka sendiri. Namun, bagi siswa berkebutuhan khusus, alat pembelajaran konvensional sering kali tidak dirancang untuk mengatasi hambatan yang mereka hadapi.

Dengan menghadirkan laptop Acer TravelMate dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, hambatan dalam pembelajaran pun berkurang sehingga siswa bisa lebih leluasa mengekspresikan diri. Teknologi tidak lagi menuntut siswa untuk menyesuaikan diri, tetapi dirancang agar sesuai dengan kebutuhan mereka.

Guru pun kini bisa lebih mencurahkan waktu untuk fokus pada yang paling utama: anak didik mereka. Siswa memiliki cara baru untuk memahami, membaca, berimajinasi, dan mengekspresikan ide-ide mereka.

Acer tidak hanya hadir untuk mendukung pembelajaran. Namun, juga menghapus berbagai hambatan yang ada. Membantu siswa melakukan hal-hal hebat dan membangun kepercayaan diri untuk melangkah lebih jauh.

“Laptop Acer luar biasa, terutama dalam mendukung pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan khusus siswa kami.”

– Tom Tolton, guru kelas

5/6

Menjembatani Hambatan Pendidikan melalui Akses Digital

Cotabato Foundation College of Science and Technology (CFCST) adalah satu-satunya institusi perguruan tinggi di Filipina yang mengelola panti asuhan milik negara. Institusi ini membantu para siswa yang memiliki keterbatasan sosial dan ekonomi di wilayah tertinggal.

Melalui Acer Academy Program, CFCST mengubah pembelajaran TIK dari sekadar teori menjadi praktik langsung. Jika sebelumnya para siswa hanya menyimak penjelasan guru tentang pemrograman dan jaringan melaui materi visual, kini mereka langsung mengerjakan latihan menggunakan komputer Acer. Menulis kode, mengonfigurasikan jaringan, dan mengembangkan keterampilan digital dengan alat yang sesungguhnya.

Para pengajar menggunakan perangkat tersebut untuk membuat materi pelajaran multimedia, mempercepat proses persiapan, dan memantau perkembangan siswa. Siswa memperoleh pengalaman langsung dengan teknologi yang digunakan di industri, sekaligus membangun kepercayaan diri dan keterampilan yang dibutuhkan untuk berkarier di bidang TIK, menjalani program magang, maupun melanjutkan pendidikan.

Untuk perguruan tinggi yang mengutamakan aksesibilitas, kemitraan ini mengubah akses tersebut menjadi keterampilan nyata.

Siswa memperoleh pengalaman langsung dengan teknologi yang digunakan di industri.

6/6

Satu Dekade Penuh Peluang

Di SOS Children's Village Lesotho, hambatan yang ada begitu nyata. Tanpa perangkat yang andal, anak-anak dan tenaga pendidik memiliki akses yang terbatas ke pembelajaran digital. Kesenjangan ini membuat para siswa terancam tertinggal dalam pendidikan.

Selama kurang lebih satu dekade, Acer telah mendukung Children's Village melalui kemitraan berkelanjutan, dengan menyediakan perangkat komputer bagi siswa dan guru. Seiring waktu, perangkat ini mengubah cara siswa belajar dan cara guru mengajar. Pelajaran tidak lagi disampaikan secara satu arah, melainkan menjadi lebih interaktif dan partisipatif.

Para siswa kini juga dapat mengembangkan keterampilan digital sebagai bagian dari pendidikan mereka. Para guru juga dapat menyampaikan materi pelajaran dengan lebih percaya diri dan kreatif. Berawal sebagai donasi, inisiatif ini berkembang menjadi lingkungan belajar yang berkelanjutan, tempat anak-anak dan komunitas di sekitarnya tumbuh bersama di tengah perkembangan dunia online.

“Komitmen kami bukan sekadar pada perangkat; tetapi mendorong kemajuan dan mendukung lingkungan yang membantu generasi muda tumbuh, belajar, dan berkembang.”

– Lesego Bobbi Nyamane, Manajer Pemasaran, Acer Afrika

Dampak Global untuk Pendidikan

30 Juta+

Chromebook disalurkan kepada para pelajar di seluruh dunia1

1,200

Taipei 101, jika seluruh Chromebook ditumpuk menjadi satu2

10s

Rata-rata waktu hingga perangkat Acer mulai digunakan di ruang kelas

¹ Berdasarkan data Acer, 2015–2025
² Berdasarkan rata-rata ketebalan Chromebook sekitar 1,8 cm

Belajar Tanpa Batas

“Teknologi bisa menjadi penyetara, tetapi hanya jika benar-benar sampai ke siswa yang paling membutuhkan.”

– Acer Malaysia Education Team

Kami percaya teknologi seharusnya  tidak menghambat proses pembelajaran. Oleh karena itu, kami membangun ekosistem pendidikan berdasarkan pemikiran tersebut.

Desainnya tangguh, dengan rangka yang diperkuat, keyboard tahan cairan, dan komponen yang dapat diperbaiki sendiri.

Berkelanjutan karena pilihan, dari bahan daur ulang hingga kemasan yang sepenuhnya dapat didaur ulang.

Tidak hanya perangkat, tetapi juga alat pembelajaran AI, pengalaman 3D imersif, papan interaktif, dan jaringan sekolah global yang berbagi praktik terbaik.

37.000 Pelajar Menanti

“Teknologi bisa menjadi penyetara, tetapi hanya jika benar-benar sampai ke siswa yang paling membutuhkan.”

– Acer Malaysia Education Team

Pada tahun 2021, sekolah-sekolah di Malaysia sempat terhenti akibat pandemi COVID-19. Kegiatan belajar mengajar harus dilakukan secara online akibat pembatasan sosial.  Tanpa dukungan perangkat untuk pembelajaran jarak jauh, ribuan siswa kehilangan akses ke sekolah.

Mandatnya jelas, tetapi sulit: mendistribusikan 37.000 Chromebook ke lebih dari 150 lokasi di seluruh pelosok negeri. Misi ini dihadapkan dengan rantai pasok global yang terganggu dan pemberlakuan lockdown nasional.

Acer Malaysia menjawab tantangan tersebut. Melalui kerja sama dengan Yayasan Hasanah, sebuah yayasan di bawah naungan Kementerian Keuangan, serta Kementerian Pendidikan, Acer Malaysia memastikan bantuan perangkat tersebut sampai ke tangan para siswa yang telah menantikannya. Bagi sebagian besar siswa, ini menjadi akses pertama yang dapat diandalkan untuk masuk ke ekosistem kelas yang terkoneksi.

Pencapaian ini membuktikan bahwa metode pembelajaran hybrid dapat diwujudkan dengan dukungan perangkat yang andal. Hal ini menjadi bukti nyata pentingnya digitalisasi pendidikan di Malaysia, sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk memperluas akses bagi para siswa di wilayah tertinggal.

Mendefinisikan Ulang AI di Ruang Kelas

“Laptop Acer luar biasa, terutama dalam mendukung pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan khusus siswa kami.”

– Tom Tolton, guru kelas

Di Millgate School, setiap anak memiliki cara belajar mereka sendiri. Namun, bagi siswa berkebutuhan khusus, alat pembelajaran konvensional sering kali tidak dirancang untuk mengatasi hambatan yang mereka hadapi.

Dengan menghadirkan laptop Acer TravelMate dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, hambatan dalam pembelajaran pun berkurang sehingga siswa bisa lebih leluasa mengekspresikan diri. Teknologi tidak lagi menuntut siswa untuk menyesuaikan diri, tetapi dirancang agar sesuai dengan kebutuhan mereka.

Guru pun kini bisa lebih mencurahkan waktu untuk fokus pada yang paling utama: anak didik mereka. Siswa memiliki cara baru untuk memahami, membaca, berimajinasi, dan mengekspresikan ide-ide mereka.

Acer tidak hanya hadir untuk mendukung pembelajaran. Namun, juga menghapus berbagai hambatan yang ada. Membantu siswa melakukan hal-hal hebat dan membangun kepercayaan diri untuk melangkah lebih jauh.

Menjembatani Hambatan Pendidikan melalui Akses Digital

Siswa memperoleh pengalaman langsung dengan teknologi yang digunakan di industri.

Cotabato Foundation College of Science and Technology (CFCST) adalah satu-satunya institusi perguruan tinggi di Filipina yang mengelola panti asuhan milik negara. Institusi ini membantu para siswa yang memiliki keterbatasan sosial dan ekonomi di wilayah tertinggal.

Melalui Acer Academy Program, CFCST mengubah pembelajaran TIK dari sekadar teori menjadi praktik langsung. Jika sebelumnya para siswa hanya menyimak penjelasan guru tentang pemrograman dan jaringan melaui materi visual, kini mereka langsung mengerjakan latihan menggunakan komputer Acer. Menulis kode, mengonfigurasikan jaringan, dan mengembangkan keterampilan digital dengan alat yang sesungguhnya.

Para pengajar menggunakan perangkat tersebut untuk membuat materi pelajaran multimedia, mempercepat proses persiapan, dan memantau perkembangan siswa. Siswa memperoleh pengalaman langsung dengan teknologi yang digunakan di industri, sekaligus membangun kepercayaan diri dan keterampilan yang dibutuhkan untuk berkarier di bidang TIK, menjalani program magang, maupun melanjutkan pendidikan.

Untuk perguruan tinggi yang mengutamakan aksesibilitas, kemitraan ini mengubah akses tersebut menjadi keterampilan nyata.

Satu Dekade Penuh Peluang

“Komitmen kami bukan sekadar pada perangkat; tetapi mendorong kemajuan dan mendukung lingkungan yang membantu generasi muda tumbuh, belajar, dan berkembang.”

– Lesego Bobbi Nyamane, Manajer Pemasaran, Acer Afrika

Di SOS Children's Village Lesotho, hambatan yang ada begitu nyata. Tanpa perangkat yang andal, anak-anak dan tenaga pendidik memiliki akses yang terbatas ke pembelajaran digital. Kesenjangan ini membuat para siswa terancam tertinggal dalam pendidikan.

Selama kurang lebih satu dekade, Acer telah mendukung Children's Village melalui kemitraan berkelanjutan, dengan menyediakan perangkat komputer bagi siswa dan guru. Seiring waktu, perangkat ini mengubah cara siswa belajar dan cara guru mengajar. Pelajaran tidak lagi disampaikan secara satu arah, melainkan menjadi lebih interaktif dan partisipatif.

Para siswa kini juga dapat mengembangkan keterampilan digital sebagai bagian dari pendidikan mereka. Para guru juga dapat menyampaikan materi pelajaran dengan lebih percaya diri dan kreatif. Berawal sebagai donasi, inisiatif ini berkembang menjadi lingkungan belajar yang berkelanjutan, tempat anak-anak dan komunitas di sekitarnya tumbuh bersama di tengah perkembangan dunia online.

Produktivitas

50 Tahun Mendongkrak Poduktivitas

Kami menghadirkan keandalan yang menjadi fondasi bisnis. Selama lima dekade, Acer telah membantu individu dan organisasi bekerja lebih efisien dan percaya diri. Dengan menghilangkan hambatan teknis dan waktu henti yang mahal, kami membuka jalan bagi pertumbuhan Anda.

1/5

Mendorong Kemajuan Global

180 Juta+

Perangkat telah digunakan secara global di sektor rumah tangga, sekolah, hingga perkantoran

18.000 km

Total monitor yang didistribusikan setara dengan jarak Taipei ke New York dan melampauinya¹

50 Juta

Komputer dan layar dibuat dengan plastik daur ulang sejak tahun 2020²

¹ Dihitung berdasarkan lebar rata-rata monitor sekitar 60 cm
² Berdasarkan penggunaan plastik daur ulang bekas pakai konsumen sejak tahun 2020

2/5

Fondasi untuk Masa Depan Dunia Kerja

Selama puluhan tahun, Acer telah membangun fondasi teknologi yang diandalkan oleh bisnis setiap harinya.

Mulai dari PC profesional dan workstation berbasis AI hingga monitor, proyektor, server, dan komputer industri. Acer menyediakan infrastruktur yang membantu organisasi beroperasi secara efisien, aman, dan dalam skala besar.

Dengan menghadirkan AI di seluruh perangkat dan operasional, Acer membantu bisnis mencapai tingkat produktivitas yang lebih tinggi.

3/5

Tujuh Tahun. Empat Negara. Satu Tenggat Tercapai.

Lisa Brunetti membeli Acer Aspire E15 pada tahun 2017 dari sebuah toko PC di Panama.

Tujuh tahun kemudian, laptop ini masih berfungsi dengan baik.

Laptop Aspire ini bahkan pernah digunakan di pedalaman hutan Ekuador tanpa koneksi internet. Meski pernah terjatuh cukup keras ke lantai keramik hotel di Quito, laptop ini tidak mengalami kerusakan. Laptop ini telah dibawa melintasi empat negara. Baterainya sudah diganti tiga kali.
Perangkat ini masih bertahan dengan bantuan kawat, lem, dan tali sepatu. Namun, semua itu tidak menghentikan kinerjanya.

Bahkan setelah ia membeli laptop baru dari merek lain, ia tetap lebih dahulu menggunakan Acer miliknya yang tepercaya.

“Perangkat ini tahan banting, namun tetap andal”

– Lisa Brunetti, Seniman/Pemerhati Alam/Penulis, Ekuador

4/5

Diagnosis Lebih Cerdas, Perawatan Pasien Lebih Baik

Di Taiwan, seorang dokter spesialis mata dapat menangani hingga 10.000 pasien per tahun. Bagi Dr. Yi-Ting Hsieh di National Taiwan University Hospital, waktu adalah hal yang paling berharga.

Deteksi dini retinopati diabetik serta penanganan yang tepat waktu dapat mengatasi gejala, sekaligus mencegah risiko kebutaan dan pengobatan lanjutan yang mahal. Jika setiap gambar retina perlu diperiksa secara manual, setiap menit yang dihabiskan untuk analisis berarti berkurangnya waktu untuk perawatan.

Melalui integrasi dengan VeriSee DR dari Acer Medical, Acer TravelMate P6 14 AI dapat menjalankan proses skrining langsung pada perangkat tersebut. Tanpa server. Tanpa perlu menunggu. Tim dapat mengidentifikasi lesi dan menegakkan diagnosis hanya dalam 10 detik.

Teknologi ini tidak menggantikan dokter. Namun, memberi mereka lebih banyak waktu, ketepatan, dan jangkauan yang lebih luas.

“Efisiensi bukan lagi suatu kemewahan. Melainkan kebutuhan untuk perawatan pasien yang berkualitas.”

– Dr. Yi-Ting Hsieh, Dokter Spesialis Mata, National Taiwan University Hospital

5/5

Ketika Ketepatan Ditentukan oleh Kepercayaan

Di Filipina, M Lhuillier Financial Services telah berevolusi dari sebuah pegadaian biasa menjadi penyedia layanan keuangan utama bagi jutaan orang. Dengan lebih dari 3.000 cabang, perusahaan ini menangani berbagai transaksi penting, seperti pembayaran uang sekolah, dana darurat, hingga modal usaha kecil. Setiap gangguan atau keterlambatan sistem dapat menyebabkan peluang terlewat atau operasional bisnis terhenti.

Acer TravelMate P6 14 AI menghadirkan fondasi bagi ekosistem teknologi M Lhuillier yang dirancang khusus untuk menangani tuntutan sebesar itu. Dengan mengintegrasikan teknologi cerdas ini, M Lhuillier berhasil meningkatkan kemampuannya dalam melayani nasabah di seluruh negeri. Setiap transaksi diselesaikan tepat waktu dan setiap data dicatat dengan akurat.

Kini, sistem mereka berjalan mulus di balik layar sehingga perusahaan dapat lebih fokus menghadirkan stabilitas dan peluang bagi jutaan orang di Filipina setiap hari.

Setiap transaksi diselesaikan tepat waktu dan setiap data dicatat dengan akurat.

Mendorong Kemajuan Global

180 Juta+

Perangkat telah digunakan secara global di sektor rumah tangga, sekolah, hingga perkantoran

18.000 km

Total monitor yang didistribusikan setara dengan jarak Taipei ke New York dan melampauinya1

50 Juta

Komputer dan layar dibuat dengan plastik daur ulang sejak tahun 2020²

¹ Dihitung berdasarkan lebar rata-rata monitor sekitar 60 cm
² Berdasarkan penggunaan plastik daur ulang bekas pakai konsumen sejak tahun 2020

Fondasi untuk Masa Depan Dunia Kerja

“Teknologi bisa menjadi penyetara, tetapi hanya jika benar-benar sampai ke siswa yang paling membutuhkan.”

– Acer Malaysia Education Team

Selama puluhan tahun, Acer telah membangun fondasi teknologi yang diandalkan oleh bisnis setiap harinya.

Mulai dari PC profesional dan workstation berbasis AI hingga monitor, proyektor, server, dan komputer industri. Acer menyediakan infrastruktur yang membantu organisasi beroperasi secara efisien, aman, dan dalam skala besar.

Dengan menghadirkan AI di seluruh perangkat dan operasional, Acer membantu bisnis mencapai tingkat produktivitas yang lebih tinggi.

Tujuh Tahun. Empat Negara. Satu Tenggat Tercapai.

“Perangkat ini tahan banting, namun tetap andal”

– Lisa Brunetti, Seniman/Pemerhati Alam/Penulis, Ekuador

Lisa Brunetti membeli Acer Aspire E15 pada tahun 2017 dari sebuah toko PC di Panama.

Tujuh tahun kemudian, laptop ini masih berfungsi dengan baik.

Laptop Aspire ini bahkan pernah digunakan di pedalaman hutan Ekuador tanpa koneksi internet. Meski pernah terjatuh cukup keras ke lantai keramik hotel di Quito, laptop ini tidak mengalami kerusakan. Laptop ini telah dibawa melintasi empat negara. Baterainya sudah diganti tiga kali.

Perangkat ini masih bertahan dengan bantuan kawat, lem, dan tali sepatu. Namun, semua itu tidak menghentikan kinerjanya.

Bahkan setelah ia membeli laptop baru dari merek lain, ia tetap lebih dahulu menggunakan Acer miliknya yang tepercaya.

Diagnosis Lebih Cerdas, Perawatan Pasien Lebih Baik

“Efisiensi bukan lagi suatu kemewahan. Melainkan kebutuhan untuk perawatan pasien yang berkualitas.”

– Dr. Yi-Ting Hsieh, Dokter Spesialis Mata, National Taiwan University Hospital

Di Taiwan, seorang dokter spesialis mata dapat menangani hingga 10.000 pasien per tahun. Bagi Dr. Yi-Ting Hsieh di National Taiwan University Hospital, waktu adalah hal yang paling berharga.

Deteksi dini retinopati diabetik serta penanganan yang tepat waktu dapat mengatasi gejala, sekaligus mencegah risiko kebutaan dan pengobatan lanjutan yang mahal. Jika setiap gambar retina perlu diperiksa secara manual, setiap menit yang dihabiskan untuk analisis berarti berkurangnya waktu untuk perawatan.

Melalui integrasi dengan VeriSee DR dari Acer Medical, Acer TravelMate P6 14 AI dapat menjalankan proses skrining langsung pada perangkat tersebut. Tanpa server. Tanpa perlu menunggu. Tim dapat mengidentifikasi lesi dan menegakkan diagnosis hanya dalam 10 detik.

Teknologi ini tidak menggantikan dokter. Namun, memberi mereka lebih banyak waktu, ketepatan, dan jangkauan yang lebih luas.

Ketika Ketepatan Ditentukan oleh Kepercayaan

Setiap transaksi diselesaikan tepat waktu dan setiap data dicatat dengan akurat.

Di Filipina, M Lhuillier Financial Services telah berevolusi dari sebuah pegadaian biasa menjadi penyedia layanan keuangan utama bagi jutaan orang. Dengan lebih dari 3.000 cabang, perusahaan ini menangani berbagai transaksi penting, seperti pembayaran uang sekolah, dana darurat, hingga modal usaha kecil. Setiap gangguan atau keterlambatan sistem dapat menyebabkan peluang terlewat atau operasional bisnis terhenti.

Acer TravelMate P6 14 AI menghadirkan fondasi bagi ekosistem teknologi M Lhuillier yang dirancang khusus untuk menangani tuntutan sebesar itu. Dengan mengintegrasikan teknologi cerdas ini, M Lhuillier berhasil meningkatkan kemampuannya dalam melayani nasabah di seluruh negeri. Setiap transaksi diselesaikan tepat waktu dan setiap data dicatat dengan akurat.

Kini, sistem mereka berjalan mulus di balik layar sehingga perusahaan dapat lebih fokus menghadirkan stabilitas dan peluang bagi jutaan orang di Filipina setiap hari.

Performa

50 Tahun Meningkatkan Performa

Dari calon juara esports hingga insinyur masa depan, Acer menciptakan perangkat yang mengubah kemungkinan menjadi kenyataan. Hambatan untuk masuk ke dunia gaming profesional sebelumnya adalah perangkat keras, kini hanya ditentukan oleh kemampuan.

1/7

Warisan Kemenangan

4,9M

Penayangan esport global yang dihasilkan melalui kompetisi yang didukung oleh Acer¹

66

Turnamen besar berlangsung di 16 negara di berbagai belahan dunia

11

Bertahun-tahun mendukung perkembangan esports dan gaming kompetitif

¹ Berdasarkan data internal Acer, 2016–2026

2/7

Dirancang untuk Fleksibilitas Maksimal

Kipas plastik dulu cukup untuk gaming, hingga akhirnya tidak lagi. Seiring peningkatan performa, panas menjadi hambatan utama.

Teknologi AeroBlade 3D Fan dari Acer Predator mengganti bahan bilah kipas plastik dengan bilah logam ultra-tipis untuk mengoptimalkan aliran udara dan mengurangi tingkat kebisingan. Generasi terbaru menghadirkan terobosan lebih lanjut dengan bilah kipas logam tertipis di dunia, setipis 0,05 mm, sehingga lebih senyap dan meningkatkan efisiensi pendinginan. ¹

Kami tidak berhenti di sini. Predator Triton 14 AI menggunakan antarmuka graphene pertama di kelasnya pada CPU, dengan kemampuan transfer panas 14,5% lebih efektif dibandingkan thermal grease konvensional. Mendobrak batasan yang tidak dapat diatasi hanya dengan desain kipas.

¹ Berdasarkan penelitian internal Acer per April 2026 Klaim mengacu pada bilah kipas pendingin tertipis berukuran 0,05 mm untuk laptop. Paten sedang diajukan/dimiliki oleh Acer Inc.

3/7

Membuka Arena

Sejak 2018, Acer Predator League telah berkembang dari delapan wilayah menjadi lebih dari lima belas, membuka jalan dari kualifikasi esports lokal hingga panggung internasional.

Didukung oleh ekosistem Predator yang mencakup laptop gaming, desktop, monitor, dan perangkat keras berbasis AI, para kontestan bertanding menggunakan teknologi yang dirancang untuk level tertinggi.

Dengan total hadiah sebesar US$400.000 dan Grand Finals 2026 yang mempertemukan berbagai tim dari seluruh Asia Pasifik di New Delhi, Predator League membuktikan bahwa kompetisi kelas dunia dapat dimulai dari mana saja.

4/7

Menetapkan Standar dalam Pertandingan Kompetitif

Bagi ESL/IEM, reputasi panggung esports terbesar di dunia ditentukan oleh mesin-mesin yang menggerakkannya. Ketika perbedaan antara kemenangan dan kekalahan diukur dalam hitungan milidetik, infrastruktur turnamen tidak bisa dikompromikan. Oleh karena itu, kemitraan kami bersama Acer bukan sekadar sponsorship, melainkan komitmen bersama untuk menghilangkan setiap variabel yang menghalangi antara kemampuan pemain dan hasil pertandingan mereka.

Di 33 turnamen dan 8 negara, sistem Predator menjadi standar yang dipercaya pemain dan diandalkan penyelenggara. Stabilitas, performa termal di bawah beban berat, dan layar yang mampu memproses setiap frame dengan presisi—semua ini bukan sekadar klaim pemasaran di ajang turnamen, melainkan kebutuhan utama. Acer selalu mampu memenuhi standar tersebut.

Competitive gaming telah berkembang dari LAN party di basement menjadi ajang di arena-arena besar yang tiketnya habis terjual dan disiarkan secara global. Perangkat keras dituntut untuk berevolusi. Predator telah membuktikannya.

“EFG menetapkan standar kompetisi; Acer menciptakan mesin yang menggerakkannya. Selamat merayakan Hari Jadi ke-50 untuk mitra yang benar-benar memahami kebutuhan para gamer.”

– Niccolo Maisto, CEO, EFG

5/7

Tidak Ada yang Menyangka Mereka Akan Ikut Bertanding.

Esports sering kali dianggap sebagai ranah anak muda, dan faktor usia dianggap sebagai sebuah kelemahan. Pada tahun 2018, delapan belas lansia di Hong Kong bertekad membuktikan anggapan itu salah.

Melalui kerja sama dengan Senior Citizen Home Safety Association, Acer Hong Kong membekali mereka dengan perangkat, pelatihan, dan kesempatan untuk bertanding. Selama satu bulan, empat tim berlatih secara rahasia. Staf Acer pun ikut mendampingi pelatihan mereka. Tidak seorang pun di luar kelompok itu mengetahui apa yang akan terjadi.

Mereka kemudian mengikuti turnamen Heroes of the Storm lima lawan lima yang disiarkan langsung untuk publik.

Para pengamat mendeskripsikan gaya bermain mereka sebagai penuh perhitungan, cermat, dan efektif.

Hambatannya selama ini bukanlah soal kemampuan, tetapi anggapan yang keliru. Delapan belas pemain ini berhasil membuktikan sebaliknya.

Selama satu bulan, empat tim berlatih secara rahasia. Staf Acer pun ikut mendampingi pelatihan mereka.

6/7

Performa Tidak Bergantung pada Lokasi.

Di Wales, jarak antara pemain berbakat dan pemain yang memiliki peluang ditentukan oleh dua hal: lokasi dan biaya.

Esports Wales hadir untuk menjembatani jarak tersebut. Bukan dengan membangun satu fasilitas saja, tetapi dengan menghadirkan program ini ke mana pun para pemain berada. Acara komunitas, kota terpencil, lokakarya sekolah, hingga sesi tim nasional.

Selama bertahun-tahun, laptop Acer Nitro selalu hadir di setiap kesempatan tersebut. Perangkat keras yang sama digunakan baik dalam acara komunitas maupun sesi latihan tim nasional. Perangkat yang sama digunakan untuk kompetisi Dota 2 dan CS2, belajar produksi streaming, hingga mengembangkan skill untuk berkarier di industri.

Hingga kini, hampir 3.000 gamer telah berpartisipasi dalam program ini. Bukan perangkat yang membuat mereka bisa bersaing, melainkan bakat mereka sendiri. Namun, Acer memastikan bakat mereka tersalurkan, dari mana pun asal mereka.

Hampir 3.000 gamer telah bergabung dalam program ini.

7/7

Dunia Menyaksikan. Perangkat Keras Harus Tetap Stabil.

Sirkuit esports global tidak memberi ruang untuk infrastruktur yang lemah. Tiga Major setiap tahun. Satu Invitational. Empat wilayah berlangsung serentak. Tidak ada ruang untuk
kesalahan. Sama sekali.

Acer Predator dipercaya sebagai mitra resmi PC dan Monitor dalam Rainbow Six
Esports Global Circuit. Para pro player bertanding menggunakan desktop dan
monitor Predator di setiap Major dan Six Invitational. Para analis bekerja menggunakan laptop
Predator. Dari ruang persiapan hingga panggung utama, setup yang digunakan selalu konsisten
di setiap lokasi dan setiap waktu.

Hambatannya bukan karena persaingannya. Melainkan membangun infrastruktur yang mumpuni.
Predator mendobrak hambatan tersebut, bahkan sebelum babak pertama dimulai.

“Dengan gear dari Acer Predator, satu kekhawatiran kami pun berkurang. Untuk skala event sebesar ini, itu segalanya.”

– Sebastien Ratto, Direktur Senior, Rainbow Six Esports, Ubisoft

Warisan Kemenangan

4,9M

Penayangan esport global yang dihasilkan melalui kompetisi yang didukung oleh Acer1

66

Turnamen besar berlangsung di 16 negara di berbagai belahan dunia

11

Bertahun-tahun mendukung perkembangan esports dan gaming kompetitif

¹ Berdasarkan data internal Acer, 2016–2026

Dirancang untuk Fleksibilitas Maksimal

“Teknologi bisa menjadi penyetara, tetapi hanya jika benar-benar sampai ke siswa yang paling membutuhkan.”

– Acer Malaysia Education Team

Kipas plastik dulu cukup untuk gaming, hingga akhirnya tidak lagi. Seiring peningkatan performa, panas menjadi hambatan utama.

Teknologi AeroBlade 3D Fan dari Acer Predator mengganti bahan bilah kipas plastik dengan bilah logam ultra-tipis untuk mengoptimalkan aliran udara dan mengurangi tingkat kebisingan. Generasi terbaru menghadirkan terobosan lebih lanjut dengan bilah kipas logam tertipis di dunia, setipis 0,05 mm, sehingga lebih senyap dan meningkatkan efisiensi pendinginan. ¹

Kami tidak berhenti di sini. Predator Triton 14 AI menggunakan antarmuka graphene pertama di kelasnya pada CPU, dengan kemampuan transfer panas 14,5% lebih efektif dibandingkan thermal grease konvensional. Mendobrak batasan yang tidak dapat diatasi hanya dengan desain kipas.

¹ Berdasarkan penelitian internal Acer per April 2026 Klaim mengacu pada bilah kipas pendingin tertipis berukuran 0,05 mm untuk laptop. Paten sedang diajukan/dimiliki oleh Acer Inc.

Membuka Arena

“Teknologi bisa menjadi penyetara, tetapi hanya jika benar-benar sampai ke siswa yang paling membutuhkan.”

– Acer Malaysia Education Team

Sejak 2018, Acer Predator League telah berkembang dari delapan wilayah menjadi lebih dari lima belas, membuka jalan dari kualifikasi esports lokal hingga panggung internasional.

Didukung oleh ekosistem Predator yang mencakup laptop gaming, desktop, monitor, dan perangkat keras berbasis AI, para kontestan bertanding menggunakan teknologi yang dirancang untuk level tertinggi.

Dengan total hadiah sebesar US$400.000 dan Grand Finals 2026 yang mempertemukan berbagai tim dari seluruh Asia Pasifik di New Delhi, Predator League membuktikan bahwa kompetisi kelas dunia dapat dimulai dari mana saja.

Menetapkan Standar dalam Pertandingan Kompetitif

“EFG menetapkan standar kompetisi; Acer menciptakan mesin yang menggerakkannya. Selamat merayakan Hari Jadi ke-50 untuk mitra yang benar-benar memahami kebutuhan para gamer.”

– Niccolo Maisto, CEO, EFG

Bagi ESL/IEM, reputasi panggung esports terbesar di dunia ditentukan oleh mesin-mesin yang menggerakkannya. Ketika perbedaan antara kemenangan dan kekalahan diukur dalam hitungan milidetik, infrastruktur turnamen tidak bisa dikompromikan. Oleh karena itu, kemitraan kami bersama Acer bukan sekadar sponsorship, melainkan komitmen bersama untuk menghilangkan setiap variabel yang menghalangi antara kemampuan pemain dan hasil pertandingan mereka.

Di 33 turnamen dan 8 negara, sistem Predator menjadi standar yang dipercaya pemain dan diandalkan penyelenggara. Stabilitas, performa termal di bawah beban berat, dan layar yang mampu memproses setiap frame dengan presisi—semua ini bukan sekadar klaim pemasaran di ajang turnamen, melainkan kebutuhan utama. Acer selalu mampu memenuhi standar tersebut.

Competitive gaming telah berkembang dari LAN party di basement menjadi ajang di arena-arena besar yang tiketnya habis terjual dan disiarkan secara global. Perangkat keras dituntut untuk berevolusi. Predator telah membuktikannya.

Tidak Ada yang Menyangka Mereka Akan Ikut Bertanding.

Selama satu bulan, empat tim berlatih secara rahasia. Staf Acer pun ikut mendampingi pelatihan mereka.

Esports sering kali dianggap sebagai ranah anak muda, dan faktor usia dianggap sebagai sebuah kelemahan. Pada tahun 2018, delapan belas lansia di Hong Kong bertekad membuktikan anggapan itu salah.

Melalui kerja sama dengan Senior Citizen Home Safety Association, Acer Hong Kong membekali mereka dengan perangkat, pelatihan, dan kesempatan untuk bertanding. Selama satu bulan, empat tim berlatih secara rahasia. Staf Acer pun ikut mendampingi pelatihan mereka. Tidak seorang pun di luar kelompok itu mengetahui apa yang akan terjadi.

Mereka kemudian mengikuti turnamen Heroes of the Storm lima lawan lima yang disiarkan langsung untuk publik.

Para pengamat mendeskripsikan gaya bermain mereka sebagai penuh perhitungan, cermat, dan efektif.

Hambatannya selama ini bukanlah soal kemampuan, tetapi anggapan yang keliru. Delapan belas pemain ini berhasil membuktikan sebaliknya.

Performa Tidak Bergantung pada Lokasi.

Hampir 3.000 gamer telah bergabung dalam program ini.

Di Wales, jarak antara pemain berbakat dan pemain yang memiliki peluang ditentukan oleh dua hal: lokasi dan biaya.

Esports Wales hadir untuk menjembatani jarak tersebut. Bukan dengan membangun satu fasilitas saja, tetapi dengan menghadirkan program ini ke mana pun para pemain berada. Acara komunitas, kota terpencil, lokakarya sekolah, hingga sesi tim nasional.

Selama bertahun-tahun, laptop Acer Nitro selalu hadir di setiap kesempatan tersebut. Perangkat keras yang sama digunakan baik dalam acara komunitas maupun sesi latihan tim nasional. Perangkat yang sama digunakan untuk kompetisi Dota 2 dan CS2, belajar produksi streaming, hingga mengembangkan skill untuk berkarier di industri.

Hingga kini, hampir 3.000 gamer telah berpartisipasi dalam program ini. Bukan perangkat yang membuat mereka bisa bersaing, melainkan bakat mereka sendiri. Namun, Acer memastikan bakat mereka tersalurkan, dari mana pun asal mereka.

Dunia Menyaksikan. Perangkat Keras Harus Tetap Stabil.

“Dengan gear dari Acer Predator, satu kekhawatiran kami pun berkurang. Untuk skala event sebesar ini, itu segalanya.”

– Sebastien Ratto, Direktur Senior, Rainbow Six Esports, Ubisoft

Sirkuit esports global tidak memberi ruang untuk infrastruktur yang lemah. Tiga Major setiap tahun. Satu Invitational. Empat wilayah berlangsung serentak. Tidak ada ruang untuk
kesalahan. Sama sekali.

Acer Predator dipercaya sebagai mitra resmi PC dan Monitor dalam Rainbow Six
Esports Global Circuit. Para pro player bertanding menggunakan desktop dan
monitor Predator di setiap Major dan Six Invitational. Para analis bekerja menggunakan laptop
Predator. Dari ruang persiapan hingga panggung utama, setup yang digunakan selalu konsisten
di setiap lokasi dan setiap waktu.

Hambatannya bukan karena persaingannya. Melainkan membangun infrastruktur yang mumpuni.
Predator mendobrak hambatan tersebut, bahkan sebelum babak pertama dimulai.